Kamis, 05 Desember 2013
Antara Musibah dan Ujian
Rabu, 04 Desember 2013
Minggu, 17 November 2013
Penyakit Diabetes: Bukan Hanya Karena Gula!
Penyakit Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis!
Banyak Makan Lemak = Sakit Diabetes?
Antara Lemak dan Sakit Diabetes
Kontrol si Lemak, Cegah Diabetes
• Eat smarter
Beberapa cara yang bisa dicoba:
- Ganti makanan yang digoreng atau gulai santan dengan makanan yang dipanggang atau diungkep. Sama enaknya dan lebih rendah lemak.
- Tidak makan kulit ayam pun bisa mengurangi 50% konsumsi lemak dari ayam.
- Mengganti cemilan chips atau gorengan dengan popcorn tanpa butter atau buah
Penelitian membuktikan kalau pola makan disertai tingginya konsumsi susu tanpa lemak bisa menurunkan risiko diabetes tipe 22.
Selain makanan, terkadang minuman yang sering kita konsumsi pun turut menyumbang porsi lemak yang tidak diinginkan, contohnya: minuman yang mengandung santan seperti cendol, es dawet, kolak, dan juga jenis minuman yang mengandung susu full cream seperti es buah, es krim, milkshake, kopi dengan susu dan whipped cream, dan sejenisnya.
Tidak semua lemak itu jahat. Memilih makanan dengan lemak baik PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid – Asam Lemak Tak Jenuh Ganda) dan MUFA (Monounsaturated Fatty Acid – Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal) seperti alpukat dan kacang justru bisa menurunkan risiko penyakit diabetes. Bonusnya, asam lemak tak jenuh PUFA dan MUFA di kacang dan alpukat juga baik untuk jantung Anda2 Pssst, pilih kacang rebus atau kacang sangrai yang rendah garam ya.
Minggu, 13 Oktober 2013
Kisah penyejuk buat org yg diderita penyakit..
::: Kisah Seorang Putri Sholihah yang Menakjubkan :::
Senin, 15 April 2013
10 Tips Olahraga untuk Diabetesi
Penderita diabetes boleh berolahraga tidak ya?”
Jawabannya tentu saja ya! Sudah banyak jurnal atau penelitian yang menunjukkan manfaat berolahraga secara teratur untuk penderita diabetes. Studi menunjukkan kalau olahraga teratur (termasuk rajin berjalan kaki) bisa memperbaiki kontrol kadar gula darah. Bonus lainnya, olahraga teratur bisa menurunkan berat badan dan cegah perut buncit, plus turunkan risiko sakit jantung1.
Untuk Anda yang ingin berolahraga, 10 tips simpel ini mungkin bisa membantu Anda
Sebelum memulai olahraga:
Ketahui kemampuan Anda
Olahraga memang baik, tapi kalau dilakukan melebihi batas kemampuan, akibatnya tentu kurang baik.
Rekomendasi dari Asosiasi Diabetes Amerika: lakukan Exercise Stress Test sebelum olahraga untuk orang yang telah menderita diabetes selama 10 tahun atau lebih2 dan penderita diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun
Anda dapat melakukan tes ini di rumah sakit. Melalui tes ini, Anda dapat mengetahui seberapa besar intensitas olahraga yang dapat Anda lakukan.
Berinvestasi pada sepatu olahraga yang baik
Sepatu olahraga yang bagus = investasi. Dengan sepatu olahraga yang pas dan nyaman, kaki penderita diabetes pun terhindar dari kemungkinan luka yang memicu infeksi.
Waktu terbaik membeli sepatu: di siang hari saat ukuran kaki cenderung lebih besar. Cobalah sepatu dengan memakai kaus kaki (karena kemungkinan besar Anda akan memakai sepatu dengan menggunakan kaus kaki). Lebih baik berhati-hati daripada menyesal karena membeli sepatu yang agak sesak, bukan?
Sebelum berolahraga:
perhatikan dulu apakah ada bagian kaki Anda yang merah atau luka2,3. Pastikan juga untuk menutupi bagian yang luka agar terlindung dari gesekan yang memicu luka atau infeksi.
Diabetes? No problem!
Cek gula darah
Selalu periksa gula darah Anda sebelum berolahraga. Jangan berolahraga saat gula darah sangat tinggi atau sangat rendah (di bawah 100 mg/dl).
Tips:
Kalau gula darah sedang rendah, Anda bisa makan buah, cracker, atau segelas susu/jus, kemudian periksa kembali gula darah Anda. Kalau kadar gula darah sudah normal, Anda bisa berolahraga
Selalu bawa sumber karbohidrat seperti permen, tablet glukosa, gula pasir, atau minuman bergula, untuk menghindari kadar gula darah terlalu rendah setelah berolahraga.
Bawa identitas diri
Bawalah identifikasi diri atau info bahwa Anda menderita diabetes. Beri tahu keluarga Anda/orang lain waktu dan tempat Anda olahraga. Selain mengurangi rasa kuatir mereka, kita bisa juga berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu.
Pada saat berolahraga
Waktu
Waktu terbaik untuk olahraga adalah sekitar 1 jam setelah makan, ketika gula darah Anda sedikit lebih tinggi,
Jenis Olahraga Terbaik untuk Diabetes
“Olahraga apa yang paling bagus untuk penderita diabetes?”
Kombinasi olahraga aerobik, latihan beban dan fleksibilitas merupakan olahraga yang direkomendasikan untuk penderita diabetes. Kalau bisa, capailah target untuk beraktivitas fisik selama 150 menit per minggu.
Tips: Target ini bisa dicapai dengan berolahraga selama 30 menit/hari. Cukup mudah, kan?
Latihan fleksibilitas (peregangan) selama 5-10 menit juga bisa dilakukan untuk menyiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas aerobik seperti berjalan kaki atau berenang8.
Aktivitas aerobik sendiri bisa dilakukan dengan rutin berjalan kaki 10 menit, 4-7 hari dalam seminggu.
Latihan Beban: Yes or No?
Jika Anda tidak menderita tekanan darah tinggi atau neuropati diabetik (komplikasi pada saraf akibat diabetes), ada baiknya Anda melakukan latihan beban.
Fakta: diabetesi yang rutin melakukan angkat beban bisa menurunkan kadar gula darah lebih baik daripada yang mengontrol gula darah melalui diet saja.
Stay hydrated
Ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan Anda. Sebelum mulai olahraga, minum air terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk minum air selama berolahraga, terutama ketika sudah melakukan olahraga aerobik lebih dari 30 menit.
Setelah berolahraga:
Time for Cooling Down
Sudah olahraga? Bagus! Anda berhasil melakukannya! Untuk menutup sesi olahraga sebelumnya, lakukan peregangan selama 5-10 menit setelah olahraga untuk membuat o tot yang tegang kembali rileks.
Ukur kembali gula darah Anda
Jika Anda merasakan gejala hipoglikemia (kadar gula darah rendah) seperti keringat dingin, pusing, tremor, segera konsumsi karbohidrat sederhana yang dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Permen, teh manis, atau jus buah bisa dicoba. Setelah itu, perhatikan keadaan Anda. Apabila gejala hipoglikemi masih berlanjut, disarankan segera cari pertolongan medis.
Olahraga = manajemen diabetes yang lebih baik.
Dengan 10 tips sederhana di atas, olahraga pun terasa mudah dan aman. Setuju?
Sumber : www.tropicanaslim.com