Jumat, 11 April 2014

diabetes rawan akan penyakit ginjal berikut semoga dapat bermanfaat...

Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut).
Terapi ini memang tidak populer di Indonesia, tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Padahal di Thailand,CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal.
Direktur RS PGI Cikini, dr.Tunggul D. Situmorang,Sp.P.D,.KGH, di Jakarta (10/3), menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. Antara lain, zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh, kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup, resiko terkena penyakit hepatitis kecil, dapat dilakukan sendiri oleh pasien, dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu.

CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 - 4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit.

Dr. Tunggul melanjutkan, karena dilakukan sendiri oleh pasien, maka diperlukan kedisplinan dari pasien. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD, menggunakan masker untuk menutup mulut, serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.

"CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. Jangan khawatir tentang terapi ini, karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa," kata Tunggul.

Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. Hanya saja, bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi.

Dibandingkan dengan terapi lain, CAPD relatif lebih murah. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. Untuk non-Askes, biaya awal Rp 2,3 juta dan per bulannya Rp 5 - 6 juta. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes, biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta - Rp 500 juta, sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta - Rp 7 juta.

semoga bermanfaat, 'apakah kurang air itu bermasalah?'

Bisa benar, bisa juga tidak. Makanya jangan percaya bahwa kurang asupan air menyebabkan ginjal bermasalah.

Spesialis Ginjal dan Hipertensi FKUI, Dr.dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH di Jakarta (18/3) menyatakan bahwa kurang minum air putih mengakibatkan ginjal adalah mitos yang salah. Namun juga ada benarnya.

Bila fungsi ginjal manusia normal, tak perlu khawatir kalau kekurangan cairan. Paling-paling orang hanya kehilangan 3% cairan tubuhnya yang menyebabkan dehidrasi dan gangguan kognitif. Disarankan minum 2 liter air per hari untuk keseimbangan tubuh.

Akan tetapi, bila seseorang terkena gangguan ginjal - misalnya sudah mencapai stadium 2 - 3, orang tersebut tidak boleh kekurangan cairan. Kalau kekurangan cairan, justru akan memperburuk sakit ginjalnya.

Parlindungan Siregar menambahkan, untuk penderita batu ginjal dianjurkan untuk minum 3 liter per hari karena untuk menghasilkan volume urine 2 liter.

Hal ini berbeda dengan orang yang berusia di atas 60 tahun. Menurut spesialis penyakit ginjal kronik RSCM Jakarta, dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH, untuk orang golongan ini justru dianjurkan untuk tidak boleh minum air terlalu banyak. "Sekitar 1 - 1,5 liter per harinya. Justru kalau kebanyakan akan terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam darah yang berakibat pada gangguan ginjal," katanya.

Sementara itu, berdasarkan penelitian, ternyata wanita lebih membutuhkan air lebih banyak ketimbang pria. Idealnya 2 liter per hari, namun untuk wanita bisa mencapai 2 - 2,5 liter per hari.

"Bentuk fisiologi dan pengaruh hormonal yang menjadi penyebabk kebutuhan cairan pada wanita lebih tinggi. Tubuh wanita lebih banyak memiliki tonjolan lemak ketimbang pria," kata Dharmeizar.

Keseimbangan cairan tubuh pada wanita perlu diperhatikan dengan seksama karena bila dehidrasi wanita akan lebih mudah marah, hilang konsentrasi, lemas, dan aktivitasnya terganggu.

Cara lain untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengurangi konsumsi obat-obatan seperti obat multivitamin, obat nyeri, dan jamu pelangsing. Jika kita sudah sudah makan teratur dengan gizi seimbang, maka tak perlu lagi menambah vitamin. Obat-obatan justru akan lebih mudah merusak ginjal. Kalau mau minum obat, konsultasikan dulu dengan dokter.

Sementara itu untuk mencegah penyakit ginjal, selain menerapkan pola hidup sehat, seseorang perlu melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum usia 30 tahun. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, urine, dan pemeriksaan laboratorium lainnya.

Dirinya menambahkan, gejala yang bisa dikenali bila seseorang mengidap penyakit ginjal adalah kaki dan bawah kelopak mata  bengkak-bengkak dengan intensitas tinggi.

sumber: http://intisari-online.com/read/kurang-air-ginjal-bermasalah

Ucapanmu Amalanmu.... semoga kita bisa menjaga ucapan kita..

Ucapanmu Amalanmu.
Ulama' dahulu semisal Al Fudhail bin Iyadh dan lainnya berkata:
مَنْ عَدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ
Siapa saja yang menyadari bahwa ucapannya adalah bagian dari amalannya, niscaya ia menahan diri dari berbicara kecuali dalam hal hal yang benar benar berguna baginya.
Sobat! Camkan baik baik, benarkah setiap ucapan saudara berguna bagi saudara? Ataukah hanya sebatas melampiaskan uneg uneg dan memuaskan hasrat berbicara?

via status: Dr Muhammad Arifin Badri