Rabu, 13 April 2016

Stress and Diabetes

Stress and Diabetes

While infrequent bouts of high stress events can keep us alive – think fight or flight survival mode: if you encounter a wild lion, you WANT your body to be stressed, it just might save your life! – chronic low grade stress, on the other hand, can be of great detriment to our health.
One psychologist defines stress this way:
“Any event in which environmental demands, internal demands, or both tax or exceed the adaptive resources of an individual.”  
Whether the stress is environmental, emotional or physical, what happens when we interact with a stressor (positive or negative), is a series of biological adaptations, most significantly an elevation in the hormone cortisol.
Hmmm, can you think of any other conditions that involve hormones?
You got it! Diabetes.
Diabetes is a condition where glucose levels are higher than normal. You’d most likely associate the hormone insulin with diabetes. But one of the effects of cortisol is to raise sugar levels to prepare the body to fight or run – meaning the hormone cortisol can contribute to high glucose levels.
Too much stress can contribute to elevated glucose levels, or lack of ability to gain good control.
This is one of the additional benefits of exercise – it helps mitigate the effects of cortisol. As you engage your body in physical activity, cortisol is reduced and thereby reduces sugar levels.
Even though stress can often seem emotional in nature, the body is a cohesive unit and therefore we can experience a whole range of physical side effects, including inflammation.

5 Practical Tips to Deal with Stress

Here are some practical empowering tips to help you reduce stress:

1. Set Boundaries.

Set boundaries with whom you spend time and what you commit to. Learn to say ‘no.’
This is hard for many people, especially women who want to please everyone. If you aren’t well taken care of, how will you do a good job with the things you are committed to?
Figure out the things that are most important and necessary in life and give your time and energy to those.

2. Be Careful When Watching the News.

It’s good to know what’s going on in the world, but much of the time, news isn’t just the facts, but stories with dark and dramatic twists and spins designed to engage you emotionally.
Reporters know that fear draws attention–don’t give in to it!

3. Plan Your Response.

Prepare your mindset in advance.
Many of the things we stress over are the same issues we’ve stressed over earlier that week, month, or year and those circumstances are likely to come up again.
If you can do something about it, great–fix it! And if not, decide what a better response would be, and work to conform your thinking to that pattern.

4. Cultivate Gratitude.

Consider the wonderful blessings in your life and spend some time thinking about all that is positive in your life.
Sure, there may be negatives and concerns. But there are lots of positive things to be grateful for too.
Focusing on the positive will not only help mitigate some of the negativity around you, but it will also help remind you of the great things you do have to be thankful for.

5. Develop Right Perspective.

Try to take a big step outside the picture you’re in and ask yourself whether it is something worth stressing over. Is it really as big of a deal as you’re making out of it?
It’s also sometimes helpful to ask whether the stress is actually helping the situation – often you’ll realize it is not.
Finally, imagine a close friend or family member going through what you are and consider how you would advise them. Often times we are better at taking care of others than we are ourselves.

more: diabetesmealplans.com

Sabtu, 19 Maret 2016

Tips turun gula darah by SPRIINK


Tips turun Gula darah
💌By @SPRIINK 🌠✨⚡
   
@SPRIINK ibu saya memiliki gula darah saat ini badannya sudah kurus apa yang harus saya lakukan @SPRIINK? Mohon jawabannya

Tips turun gula darah
- makan 5 kali sehari jangan sampai lapar
-Makan porsi kecil
- semakin lapar semakin tinggi kadar gula darah
-Semakin lapar akan semakin stress
-Semakin stress akan semakin susah turun diabetes nya
-Jangan stress apalagi depresi
-Banyak minum air putih
-Hindari gula pasir dan gula jagung tropikana slim
-Hindari nasi jagung ubi roti kue dan makanan karbohidrat tinggi
-Perbanyak ngejus buah buahan
-Makan harus ada sayur
-Hindari makanan yang di goreng dan dibakar
-Hindari makan daging dan ikan
-Jadilah vegetarian atau semi vegan
-Olahraga setiap pagi jalan keliling kompleks
-Jika tdk bisa olahraga hendaknya berjemur setiap pagi
-Stop semua obat obatan dokter
-Mulailah rutin puasa untuk mendetox gula
Jika berat untuk puasa baiknya detox gula dengan ARSYSKY ⚡ LL |⏩ Live Long

“In Shaa Allah” (إن شاء الله )  gula darah akan normal walau tanpa obat obatan dokter
-------------------

⚡ LL |⏩ Live Long

⚡ LL |⏩ Live Long adalah salah satu ARSYSKY terbaik yg sangat kaya akan Omega-3 fatty acids termasuk lpha linolenic acid (ALA).

⚡ LL |⏩ Live Long mengandung AKG protein harian 4gr (29%), fat 9gr (13%) yang 57% diantaranya adalah ALA dan 11gr dietary fiber (42%) collagen murni (70%)

Manfaat:
- Anti-inflammation
- gula darah
- membantu pencernaan
- kesehatan kardiovaskular
- nutrisi harian manula
- menjaga berat badan
- memberikan istirahat yang lebih berkualitas
- menurunkan kadar kolesterol buruk
- mencegah kanker
- menurunkan tekanan darah tinggi
-menurunkan asam urat
-menghancurkan batu ginjal dan batu saluran kemih
-mendetox kelebihan gula dalam tubub
-menormalkan kadar gula darah

Healthy with us,
ARSYSKY
Japan Organic Anti Aging Drink
~Beauty Healthy Eternity~

Selasa, 01 Maret 2016

Rabu, 17 Februari 2016

Mengetahui Tipe Tubuh Agar Mengetahui Bentuk Diet yang Pas

Oleh para ahli gizi dan pakar fisiologi, tipe tubuh manusia ini selanjutnya dijadikan pedoman untuk menentukan jenis olahraga yang tepat bagi seseorang. Tidak semua orang bisa digolongkan ke dalam tiga tipe ini karena ada beberapa orang yang tubuhnya termasuk ke dalam dua tipe.
Dari tipe tipe tubuh manusia ini akan mudah terlihat kenapa ada orang yang banyak makan namun tetap kurus, ada yang sedikit makan namun gampang sekali gemuk, tetapi ada pula yang mau makan banyak atau sedikit bentuk badan tetap bagus dan memiliki berat badan yang ideal.

Tipe Tubuh Manusia

Mari kita cari tahu, anda termasuk tipe yang mana. Secara genetik, tubuh manusia bisa kita bagi menjadi tiga tipe utama yaitu : Ectomorph, Endomorph, Mesomorph.

Tipe Tubuh Ectomorph

Jenis atau tipe tubuh manusia yang pertama adalah Ectomorph. Tipe tubuh ini memiliki beberapa ciri seperti berbadan kurus, massa otot kecil, pinggal yang kecil, tubuh yang cenderung memanjang ke atas, bahu yang kecil, ukuran sendi tangan kecil, susah untuk naik berat badan walaupun memakan banyak kalori, kurang tenaga ketika melakukan olahraga, metabolisme tubuh yang bagus dan memiliki tubuh kurus pada dasarnya.
Tipe tubuh ectomorph membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk menaikkan berat badan atau untuk membentuk tubuh yang ideal, diantaranya rutin dengan melakukan angkat beban guna meningkatkan massa otot. Tipe ini hanya bisa meningkatkan berat badan dengan cara latihan angkat beban agar menaikkan massa oto. Setelah terbentuk pun, harus tetap menjaga bentuk tubuh dengan latihan rutin dan menjaga dan menyeimbangkan nutrisi makanan.
Tipe tubuh ectomorph memiliki keuntungan yaitu metabolisme tubuh yang sangat bagus sehingga sangat mudah membakar apa saja yang dimakan, sehingga tidak akan mudah gemuk walaupun makan banyak. Sangat mudah menurunkan berat badan karena tidak menyimpan lemak dalam tubuh. Namun kelemahannya sangat susah membentuk badan dengan olahraga.

Tipe Tubuh Endomorph

Tipe yang kedua adalah tipe tubuh endomorph. Tipe ini memiliki ciri bentuk tubuh yang bulat serta secara alami memiliki lemak yang cukup tinggi, gemuk, besar, berat badan sangat mudah naik namun sulit diturunkan (kebalikan dari tipe ectomorph), ukuran paha dan pinggang lebih lebar.
Endomorph memiliki metabolisme yang rendah sehingga berat badan mudah naik meski hanya sedikit makan. Diet sehat adalah salah satu jalan agar tipe endomorph dapat membentuk tubuh yang ideal, bisa dengan puasa, olahraga angkat beban, dan olahraga kardio agar dapat membakar kalori lebih banyak dan lebih cepat daripada olahraga aerobic biasa.

Tipe Tubuh Mesomorph

Tipe yang ketiga adalah mesomorph. Tipe tubuh ini memiliki ciri rangka tulang yang besar dan juga jaringan otot yang besar, cenderung memiliki bentuk tubuh atletis yang banyak diidamkan orang. Memiliki pinggang yang kecil, tulang bahu yang lebar, memiliki otot yang bagus secara alami, ukurang sendi tangan yang sedang. Tipe tubuh ini juga memiliki metabolisme tubuh yang bagus namun sangat mudah untuk membentuk otot, dan memiliki stamina yang tinggi. Sangat cocok untuk menjadi binaragawan.
Kebanyakan tipe mesomorph tidak memiliki masalah yang serius dengan berat badan maupun bentuk badan. Tipe ini akan sangat mudah merespon aktivitas yang terjadi saat angkat beban sehingga mereka akan lebih cepat mengalami proses walalupun untuk seorang pemula.
Demikianlah penjelasan mengenai tipe-tipe tubuh manusia. Apapun bentuk dan tipe tubuh anda pada dasarnya anda tetap bisa memiliki bentuk tubuh yang ideal sesuai idaman anda. Namun dengan mengenal bentuk tubuh anda, anda menjadi tahu metode olahraga apa yang paling tepat untuk anda, agar mendapatkan bentuk tubuh yang anda inginkan.

Senin, 23 November 2015

Lari Pagi Dapat Menyembuhkan Diabetes? Bisa Dicoba...

Olahraga adalah salah satu upaya agar tubuh menjadi lebih bugar. Keluarnya keringat membantu tubuh untuk lebih meningkatkan metabolismenya. Para penderita diabetes biasanya memiliki metabolisme yang rendah yang dibawa dari kebiasaan sebelumnya, jadi untuk menghindari itu perlu dibiasakan berolahraga.
Olahraga yang paling aman, ringan, murah dan paling mudah adalah berlari-lari (jogging). Walaupun hanya murah dan mudah, jogging memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membakar lemak dan membakar gula tubuh yang akan mnghasilkan energi dan menurunkan gula darah. Selain itu, jogging juga memacu jantung untuk bekerja lebih keras lagi dari biasanya.

Waktu yang paling tepat untuk berolah raga khususnya umtuk mencegah diabetes adalah di pagi hari, sekitar pukul enam hingga pukul sembilan, karena udara bumi masih tidak terlalu banyak tercampur oleh berbagai polutan. Selain iu cahaya matahari pada waktu-waktu itu sangat berguna untuk mengubah provitamin D di dalam tubuh menjadi vitamin D. Tak hanya itu, jika berolahraga pada pagi hari, saat keadaan organ-organ tubuh kita masih sangat sehat, juga waktu yang efektif agar oksigen lebih terserap lebih banyak dan lebih mudah bernafas. Lari pagi juga dapat menjadi pilihan karena sebagian orang masih tidak banyak beraktifitas pada waktu-waktu itu. 

Lari pagi juga dimaksudkan untuk mempersiapkan tubuh untuk menjalani aktifitas-aktifitas selanjutnya. Lari pagi juga tidak boleh dilakukan terlali pagi, maksudnya saat fajar. Karena pada waktu itu tingkat uap air yang ada di udara sangat tinggi, yang jika banyak dihirup akan menimbulkan penyakit paru-paru basah. Juga tidak boleh dilakukan terlalu siang, karena suhu di Indonesia sangat tinggi sekitar 24-34 oC yang dapat menyebabkan tubuh bekerja terlalu keras. Dan mengurangi kadar gula dan kalori di dalam darah terlalu banyak hingga berpotensi mengakibatkan diabetes

selengkapnya: