Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau
pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di
Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor,
dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
- defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.
- defisiensi transporter glukosa.
- atau keduanya.
Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes
mellitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi
miotonis,
penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom
Werner,
sindrom
Wolfram,
leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme, dan lain-lain.
Klasifikasi
Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO)
mengklasifikasikan bentuk diabetes mellitus berdasarkan perawatan dan simtoma:
1. Diabetes tipe 1, yang meliputi
simtoma ketoasidosis hingga rusaknya sel
beta
di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes mellitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosis sistik atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan
ini.
2. Diabetes tipe 2, yang diakibatkan
oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali disertai dengan sindrom resistansi
insulin
3. Diabetes gestasional, yang meliputi gestational
impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus,
GDM. dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:
4. Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi
peptida-C.
5. Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk
mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan
tambahan hormon dari luar tubuh.
6. Not insulin requiring diabetes.
Diabetes mellitus tipe 1
Suatu keadaan dimana
tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita penyakit diabetes harus
menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar
penderita penyakit diabetes ini adalah anak-anak & remaja. Diabetes
mellitus tipe 1, diabetes anak-anak (bahasa Inggris: childhood-onset diabetes,
juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah
diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah
akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak
maupun orang dewasa.
Sampai saat ini IDDM tidak dapat
dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe
1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai
dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin
umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.
Penyebab terbanyak dari kehilangan
sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta
pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada
tubuh.
Saat ini, diabetes tipe 1 hanya
dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti
terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan
dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah
penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic
ketoacidosis
bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga
diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari
pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian
masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga
dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada
saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui
"inhaled powder".
Perawatan diabetes tipe 1 harus
berlanjut terus. Perawatan tidak akan memengaruhi aktivitas-aktivitas normal
apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam
pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien
diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6
mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l)
untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti
"frequent hypoglycemic events". Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l)
seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu
sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l)
biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis.
Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan
kehilangan kesadaran.
Diabetes mellitus tipe 2
Penyakit diabetes ini terjadi karena
tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak
dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe penyakit diabetes ini merupakan yang
terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang
berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat penyakit diabetes
dalam keluarga. Diabetes
mellitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes,
obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM)
merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan
merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan
disfungsi sel
β,
gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin
yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan,
terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa
oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula
darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat
yang ditemukan pada manusia.
Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi, rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi, peningkatan
laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati, penurunan laju reaksi
oksidasi
dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati. NIDDM juga dapat
disebabkan oleh dislipidemia, lipodistrofi,dan sindrom resistansi
insulin.
Pada tahap awal kelainan yang muncul
adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan
meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Hiperglisemia dapat
diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan
sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit,
sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang
dibutuhkan. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme
terjadinya resistensi ini, namun obesitas
sentral
diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin,
dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu
merusak toleransi glukosa. Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien
dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis. Faktor lain meliputi
mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang terakhir telah terus
meningkat mulai untuk memengaruhi anak remaja dan anak-anak.
Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa
ada gejala sebelum hasil diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati
dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan
asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan
hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai
contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di
deposito abdominal yang gemuk.
Sebuah zat penghambat dipeptidyl
peptidase 4 yang disebut sitagliptin, baru-baru ini diperkenankan untuk
digunakan sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Seperti zat penghambat dipeptidyl
peptidase 4 yang lain, sitagliptin akan membuka peluang bagi perkembangan
sel tumor maupun kanker. Sebuah fenotipe sangat khas ditunjukkan oleh NIDDM
pada manusia adalah defisiensi metabolisme
oksidatif
di dalam mitokondria pada otot lurik. Sebaliknya, hormon tri-iodotironina menginduksi biogenesis di dalam
mitokondria dan meningkatkan sintesis ATP sintase pada kompleks V, meningkatkan
aktivitas sitokrom c oksidase pada kompleks IV, menurunkan spesi oksigen
reaktif,
menurunkan stres oksidatif, sedang hormon melatonin akan meningkatkan produksi ATP di dalam mitokondria serta
meningkatkan aktivitas respiratory chain, terutama pada kompleks I, III
dan IV. Bersama dengan insulin, ketiga hormon ini membentuk siklus
yang mengatur fosforilasi
oksidatif
mitokondria di dalam otot lurik. Di sisi lain, metalotionein yang menghambat aktivitas GSK-3beta akan mengurangi risiko defisiensi
otot jantung pada penderita diabetes.
Simtoma yang terjadi pada NIDDM dapat
berkurang dengan dramatis, diikuti dengan pengurangan berat tubuh, setelah
dilakukan bedah bypass usus. Hal ini diketahui sebagai akibat dari
peningkatan sekresi hormon inkretin, namun para ahli belum dapat
menentukan apakah metoda ini dapat memberikan kesembuhan bagi NIDDM dengan
perubahan homeostasis glukosa.
Pada terapi tradisional, flavonoid yang mengandung senyawa hesperidin dan naringin, diketahui menyebabkan:
- peningkatan mRNA glukokinase,
- peningkatan ekspresi GLUT4 pada hati dan jaringan
- peningkatan pencerap gamma proliferator peroksisom
- peningkatan rasio plasma hormon insulin, protein C dan leptin
- penurunan ekspresi GLUT2 pada hati
- penurunan rasio plasma asam lemak dan kadar trigliserida pada hati
- penurunan rasio plasma dan kadar kolesterol dalam hati, antara lain dengan menekan 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme reductase, asil-KoA, kolesterol asiltransferase
- penurunan oksidasi asam lemak di dalam hati dan aktivitas karnitina palmitoil, antara lain dengan mengurangi sintesis glukosa-6 fosfatase dehidrogenase dan fosfatidat fosfohidrolase
- meningkatkan laju lintasan glikolisis dan/atau menurunkan laju lintasan glukoneogenesis
Sedang naringin sendiri, menurunkan transkripsi mRNA fosfoenolpiruvat karboksikinase dan glukosa-6 fosfatase di dalam hati.
Hesperidin merupakan senyawa organik
yang banyak ditemukan pada buah jenis jeruk, sedang naringin banyak ditemukan
pada buah jenis anggur.
Diabetes mellitus tipe 3
Diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational diabetes,
insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has
progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults,
type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang
terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan
keterlibatan interleukin-6 dan protein
reaktif C
pada lintasan patogenesisnya. GDM mungkin dapat merusak
kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan
hidup.
Diabetes melitus pada kehamilan
terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat
meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun
memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.
Meskipun GDM bersifat sementara,
bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang
ibu. Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang
tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat,
dan cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat
produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom
gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel
darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi,
paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan
vaskular. Induksi kehamilan dapat diindikasikan dengan menurunnya fungsi plasenta.
Operasi sesar dapat akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam bahaya atau
peningkatan resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia
bahu.
Gejala
penyakit diabetes
Penting
bagi kita untuk mengetahui gejala diabetes dan penanganan awal
darigejala diabetes tersebut sehingga serangan penyakit
diabetes yang lebih serius bisa kita hindari.
Beberapa gejala diabetes yang perlu
anda ketahui adalah
- air kencing yang terlalu banyak,
- rasa lapar dan haus yang berlebihan,
- penurunan berat badan yang mendadak atau abnormal,
- penglihatan agak kabur, borok atau luka yang susah sembuh,
- terjadinya infeksi atau peradangan yang berulang-ulang, sakit kepala, kelelahan, gatal dan kulit kering.
Secara
ilmiah, penyebab penyakit diabetes dapat dikarenakan
kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap
zat insulin.
Berikut penyebab penyakit diabetes
dalam kehidupan sehari-hari :
1. Teh manis
Penjelasannya
sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi.
Pengganti: Air
putih,
teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh
sehari.
2. Gorengan
Karena
bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah
salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti
kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke.
3.
Suka ngemil
Biskuit,
keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa
kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam
makanan dengan glikemik indeks tinggi.
Pengganti: Buah potong segar.
4. Kurang tidur.
Jika
kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli
dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari
mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6
jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
5. Sering stres
Stres
sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat
stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol
supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas.
Solusi: Bicaralah pada orang yang
dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
Pencegahan penyakit diabetes
- Perhatikan Berat Badan.
- Perhatikan gaya hidup dan pola makan
- Lakukan aktifitas dan jangan malas
- Perhatikan kondisi tubuh anda selalu
- Ketahui Riwayat Keturunan penyakit diabetes
Penderita
penyakit diabetes tidak perlu takut karena resiko timbulnya
komplikasi diabetik dapat diantisipasi dengan jalan mengontrol dan
mengendalikan kadar gula darah dalam jangka panjang. Pengendalian kadar gula
darah secara ketat akan memperbaiki pula kadar trigliserida dan kolesterol pada penderita penyakit diabetes
sehingga faktor risiko terkena komplikasi penyakit diabetes dapat
dikurangi.
Pengobatan penyakit diabetes
Pemeriksaan
laboratorium merupakan bagian penting dalam menanggulangi penyakit
diabetes, baik untuk menemukan penyebabnya, diagnosis, pemantauan,
maupun deteksi dini adanya komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah di
laboratorium yang biasa dilakukan selama ini, umumnya hanya mencerminkan kadar
gula darah sesaat, karena hasil pengukuran sangat dipengaruhi oleh faktor makanan, olah raga, emosi, maupun oleh
obat-obat yang diminum.
Penyebab
Penyakit diabetes dapat kita hindari atau kurangi dengan cara mengetahui
kadar glukosa darah dalam tubuh kita. Lakukan pemeriksaan penyakit
diabetes secara rutin karena peningkatan dan penurunan kadar gula
dalam darah selalu berubah.
- Perawatan Penyakit Diabetes Tipe 1
Karena pankreas kesulitan
menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya
dengan cara suntikan insulin. Perawatan dengan memperbaiki fungsi kerja
pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas
bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.
- Perawatan Penyakit Diabetes Tipe 2
Perawatan penyakit diabetes tipe
2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan
insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh,
maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi.
Cara terbaik untuk mengatasi penyakit
diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat
badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.
Pencegahan Komplikasi Diabetes dan
Tip-tipsnya
Komplikasi diabetes adalah masalah-maslah kesehatan yang
disebabkan oleh diabetes. Diabetes disebabkan karena kadar atau tingkat gula
darah lebih tinggi dari keadaan normal. Kondisi dimana kadar gula darah yang
tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat merusak pembuluh darah dan
sistem syaraf. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah
di berbagai bagian tubuh. Berikut adalah artikel berisi tentang
komplikasi-komplikasi diabetes dan bagaimana tips pencegahannya.
Komplikasi
pada Kerusakan Syaraf (diabetic neuropathy)
Komplikasi kerusakan syaraf pada diabetes yang biasanya
disebut dengan diabetic neuropathy yang membuat fungsi sistem dalam dalam
mengirim pesan-pesan ke otak atau ke bagian tubuh lainnya mengalami kesulitan.
Jika penderita kencing manis mempunyai komplikasi kerusakan syaraf, mungkin
mereka akan merasakan kehilangan rasa pada bagian tubuhnya atau merasakan sakit
yang menggelikan.
Diabetic Neuropathy sering sekali mempengaruhi bagian
tungkai dan kaki dan mungkin penderita tidak bisa merasakan adanya lepuh atau
luka pada kakinya. Kemudian luka dapat menjadi infektif dan pada beberapa kasus
yang serius mungkin harus dilakukan amputasi. Penderita dengan diabetic
neuropathy masih bisa berjalan dengan kakinya yang telah mengalami kerusakan
sendi dan tulangnya. Hal ini dapat menimbulkan kondisi yang disebut dengan kaki
Charcot (Charcot foot) yang menyebabkan kaki terluka dan menjadi berubah
bentuk.
Akan tetapi kebanyakan masalah seperti diatas dapat dicegah
dan dihindari. (Charcot adalah salah satu penyakit neuron motorik yang
progresif). Perlu dilakukan pemeriksaan tiap hari terhadap kaki penderita, jika
dalam pemeriksaan terdapat adanya bengkak, warna kemerahan dan terasa panas
segera hubungi dokter. Gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda dari
Charcot Foot. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter sedikitnya satu tahun
sekali.
Berikut
tanda-tanda bahaya dari kerusakan syaraf
Berikut
tanda-tanda bahaya dari kerusakan syaraf dan hubungi dokter secepatnya jika
terjadi tanda-tanda bahaya dibawah ini:
 Â
 * Mati Rasa
 Â
 * Rasa sakit yang tajam atau
menggelitik
 Â
 * Muncul luka pada kaki
 Â
 * Otot menjadi lemah
 Â
 * Rasa panas seperti tebakar
 Â
 * Tidak mampu ereksi pada pria
Komplikasi
pada Mata (diabetic retinopathy)
Retina merupakan bagian mata yang sensitif terhadap sinar
dan membantu penglihatan seseorang. Diabetes atau kencing manis dapat merusak
dan memperlemah pembuluh darah kecil pada retina. Kerusakan jenis ini disebut
dengan diabetic retinopathy.
Pada saat pembuluh darah melemah, mereka dapat mengeluarkan
cairan dan menyebabkan timbulnya bengkak pada mata yang mengaburkan
penglihatan. Jika kondisi retinopathy menjadi lebih parah dapat berakibat pada
kebutaan.
Pembedahan dengan laser sering digunakan untuk mengobati
atau memperlambat komplikasi retinopathy, khusunya jika gangguan ini ditemukan
lebih awal. Penderita diabetes sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin mata
sekali dalam satu tahun.
Tanda-tanda
bahaya komplikasi pada mata
 Â
 * Penglihatan kabur selama lebih dari
2 hari.
 Â
 * Dengan tiba-tiba tidak bisa melihat
dengan satu atau kedua mata.
 Â
 * Terdapat titik hitam, sarang
laba-laba atau sorotan cahaya pada penglihatan.
 Â
 * Kemerah-merahan pada mata
 Â
 * Nyeri atau terasa ada tekanan pada
mata.
Komplikasi
pada Ginjal (diabetic nephropathy)
Diabetes dapat juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh
darah di ginjal sehingga berakibat ginjal tidak mampu menyaring sampah untuk
dikeluarkan. Komplikasi kerusakan ini disebut dengan diabetic nephropathy.
Seorang penderita diabetes dengan komplikasi ini secepatnya memerlukan tindakan
dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis (dialysis) adalah suatu pengobatan
yang ditujukan untuk mengeluarkan kotoran-kotoran atau sampah dari darah yang
biasanya fungsi ini dikerjakan oleh ginjal.
Resiko timbulnya diabetic nephropathy akan semakin tinggi
atau meningkat jika terdapat dua kondisi yaitu kondisi diabetes dan tekanan
darah tinggi secara bersamaan. Jadi merupakan hal penting untuk mengontrol
kedua kondisi tersebut dengan baik.
Tanda awal timbulnya diabetic nephropathy biasanya ditandai
adanya protein di dalam urin atau dalam urin terdapat kandungan protein
(protein uri). Jadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan tahunan mengenai kondisi
ini. Hubungi dokter dan dokter akan memberikan pengobatan untuk menjaga dan
melindungi ginjal dari kerusakan.
Komplikasi
pada penyakit jantung dan stroke
Penderita diabetes mempunyai resiko yang lebih besar
timbulnya penyakit jantung dan stroke, resiko bahkan lebih besar bagi
orang-orang yang menderita diabetes dan perokok, mepunyai tekanan darah tinggi,
overweight atau kelebihan berat badan dan mempunyai riwayat keluarga dengan
penyakit jantung.
Penyakit jantung sangat mudah untuk diobati saat penyakit
itu ditemukan lebih awal. Pemeriksaan ke dokter ahli adalah sangat penting
karena dokter akan melakukan test dan pemeriksaan untuk mendeteksi tanda-tanda
penyakit jantung secara dini.
Pengendalian kadar kolesterol agar mendekati normal adalah
juga hal yang direkomendsikan pada penderita diabetes karena kolesterol
merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya penyakit jantung dan stroke. Jika
penderita mempunyai tingkat kolesterol tinggi, hubungi dokter untuk mendapatkan
pengobatan yang tepat, lakukan perubahan-perubahan gaya hidup seperti diet
sehat, olahraga teratur untuk mengontrol kadar kolesterol agar dalam batas
normal atau mendekati normal.
Tips
untuk mencegah atau memperlambat komplikasi diabetes
Untuk mencegah timbulnya komplikasi-komplikasi diatas,
pertahankan kadar gula darah hingga mendekati normal dan ikutilah saran anjuran
dokter. Berikut beberapa tipsnya:
 Â
 * Diet dan makan makanan sehat dengan
bervariasi, hindari makanan yang tinggi lemak dan gula.
 Â
 * Pertahankan berat badan ideal. Jika
penderita overweight atau kelebihan berat badan, maka kurangi berat badan anda
(baca mengurangi faktor resiko overweight).
 Â
 * Pertahankan dan kontrol kadar
kolesterol agar mendekati normal. (Baca mengurangi faktor resiko kolesterol)
 Â
 * Pertahankan tekanan darah agar tetap
normal dan mendekati normal. (baca mengurangi faktor resiko tekanan darah
tinggi)
 Â
 * Lakukan olahraga teratur
 Â
 * Hentikan merokok ( baca mengurangi
faktor resiko merokok)
 Â
 * Periksa ke dokter secara rutin,
bahkan saat kondisi anda baik. Dokter akan melakukan pemeriksaan akan adanya
tanda-tanda komplikasi dengan lebih dini.
 Â
 * Segera hubungi dokter jika ada
tanda-tanda bahaya seperti diatas.
Diabetes terus meningkat tiap tahunnya, oleh sebab itu
diperlukan lima pilar tata laksana untuk menekan angka penderita diabetes, kata
Kepala Bagian Patologi Klinik dari Rumah Sakit Dharmais-Jakarta, Dr. Agus S.
Kosasih, SpPK.
Pilar pertama, ujarnya, adalah Edukasi. "Edukasi adalah
hal pertama yang harus disadari masyarakat, ini menjadi penting karena
penderita diabetes harus terus kooperatif dengan dirinya sendiri," papar
Agus.
Pilar kedua, adalah terapi nutrisi atau pengaturan makan
yang harus diperhatikan penderita diabetes karena penderita diabetes perlu
terus mengontrol kadar gula darah agar tetap normal.
"Aktifitas fisik berupa olah raga juga sangat penting,
karena ini dapat membantu meningkatkan produksi hormon insulin, yang membantu
menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal," papar Agus yang
menjelaskan pilar ketiga.
Selanjutnya adalah adalah obat-obatan yang digunakan untuk
mengontrol gula darah. Obat-obatan ini biasanya berupa asupan insulin bagi
tubuh, sehingga kadar gula darah tetap berada dalam batas normal.
Pilar kelima adalah monitoring gula darah. Monitoring gula
darah ini menjadi sangat penting agar pasien tahu bagaimana perkembangan gula
darahnya, kata Agus.
"Sebaiknya pasien melakukan monitoring gula darah
setiap hari secara mandiri menggunakan glukosa meter, sehingga pasien diabetes
dapat mengelola tren gula darahnya setiap hari," demikian Agus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar